Image of Pengaruh Jarak Tempuh Berlari dan Kekuatan M. Quadriceps Femoris terhadap  Risiko Patellofemoral Pain Syndrome pada Pelari Rekreasional di Komunitas Pelari  Kota Bandung

Skripsi

Pengaruh Jarak Tempuh Berlari dan Kekuatan M. Quadriceps Femoris terhadap Risiko Patellofemoral Pain Syndrome pada Pelari Rekreasional di Komunitas Pelari Kota Bandung



Lari rekreasi ialah kegiatan lari untuk bersantai tanpa atau dengan unsur kompetitif. Pelari rekreasional seringkali meniru program latihan atlet, termasuk pemilihan jarak tempuh tinggi yang dapat meningkatkan prevalensi cedera dan umumnya terjadi pada sendi lutut terutama Patellofemoral Pain Syndrome (PFPS). Faktor risiko PFPS meliputi jenis kelamin, aktivitas fleksi sendi lutut, abnormalitas telapak kaki, overuse sendi lutut, dan kelemahan M. Quadriceps femoris. Studi ini bersifat observasional dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah 60 pelari rekreasional dari komunitas pelari Kota Bandung, dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengukuran jarak tempuh dilakukan melalui aplikasi Strava, sementara derajat fungsional dan nyeri sendi patellofemoral diukur dengan kuisioner Kujala dan VAS. Kekuatan isometrik M. Quadriceps femoris diukur menggunakan leg dynamometer. Analisis data melibatkan uji normalitas Komolgorov-Smirnov dan uji Kruskal-Wallis serta Mann-Whitney untuk analisis bivariat. Karakteristik subjekmayoritas pria (31), pelari jarak dekat (31), mengalami PFPS (31), dan tanpa nyeri (38). Hasil analisis menunjukkan tidak ada pengaruh bermakna terhadap derajat fungsional sendi dari jarak tempuh(p=0.265), kekuatan isometrik M. Quadriceps femoris (p=0.303), dan usia (p=0.714). Tidak terdapat pengaruh bermakna dari jarak tempuh terhadap derajat nyeri. Namun, jenis kelamin mempengaruhi derajat fungsional sendi secara keterbalikan dari hipotesis (p=0.048). Penelitian mengidentifikasi keterbatasan seperti kurangnya kontrol pada frekuensi, intensitas, lintasan, jenis sepatu, dan program latihan subjek. Meskipun subjek telah berpengalaman lari minimal 6 bulan, durasi mungkin belum cukup lama untuk menunjukkan gejala PFPS. Program latihan komunitas diduga dapat meminimalisir risiko cedera pada pelari rekreasional. Kata kunci : Faktor Risiko PFPS, Jarak Tempuh Berlari, Kekuatan M. Quadriceps Femoris, Patellofemoral Pain Syndrome (PFPS), Pelari Rekreasional.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog